Senin, 25 Juni 2012

Resensi Novel Marmut Merah Jambu


Resensi Novel Marmut Merah Jambu
Pengalaman Raditya Dika dalam hal : Jatuh Cinta“
Novel Marmut Merah Jambu
Judul Buku     : Marmut Merah Jambu
Genre Buku    : Nonfiksi – Komedi
Penulis             : Raditya Dika
Penerbit           : BukunĂ©
Tempat Terbit : Jakarta
Tanggal Terbit : 1 Juni 2010
Tebal Buku      : 222 hlm ; 13×20 cm
Harga Buku     : Rp 39.000
Raditya Dika adalah seorang penulis dan juga blogger yang telah terkenal dengan buku – bukunya yang bertema komedi. Setelah sukses dengan buku – buku sebelumnya yaitu Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankaskus dan Babi Ngesot. Yang paling terkenal adalah buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan yang telah dikomikkan dan difilmkan, pada tanggal 1 Juni 2010 Dika meluncurkan buku kelima-nya yang berjudul Marmut Merah Jambu.
Seperti yang di kutip pada sinopsis buku ini:
Marmut Merah Jambu adalah kumpulan tulisan komedi Dika. Sebagian besar dari tiga belas tulisan ngawur di dalamnya adalah pengalaman dan observasi Dika dalam menjalani hal paling absurd (konyol) di dunia : Jatuh Cinta.
          Sama dengan buku – buku sebelumnya, judul buku ini masih bertema binatang: Marmut Merah Jambu. Secara garis besar, buku ini adalah soal cinta dengan bagaimana memahami apa itu cinta melalui introspeksi ke dalam pengalaman – pengalaman Raditya Dika sendiri dan tentu saja dengan khas gaya komedinya yang lebih manis dan halus berbeda dengan buku sebelumnya.
Ya..! di buku yang kelima ini Dika telah mencoba memperbaiki kebiasaanya dalam menggunakan kata- kata yang cenderung selengean, karena sebagian besar peminatnya adalah anak remaja. Jadi, penggunaan kata dalam buku ini lebih halus, namun bukan berati kehilangan khasnya Dika. Lelucon – lelucon  yang bisa mengocok perut waktu membaca buku ini tetap ada.
Ada pula Dika banyak menggunakan kutipan – kutipan yang menarik dari beberapa komik. Salah satunya kutipan dari komik Peanuts yang dipakai, ketika tokoh Charlie Brown yang sangat suka selai kacang. Dia jatuh cinta terhadap seseorang dan cintanya tak terbalas. Inilah kata – kata dari Charlie Brown “Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequited love”.
Dari segi cerita, buku ini terdiri atas tiga belas bab yang berupa cerita yang saling lepas. Sebagian besar cerita di buku ini adalah membahas pengamatan dan pengalamn pribadi Dika. Ada cerita cinta masa – masa puber saat SMP sampai sekarang ini, jatuh cinta diam – diam, cinta bertepuk sebelah tangan, cinta yang datang tidak disengaja, sampai di taksir sama dua cewek kembar aneh. Semuanya ditulis dengan gaya komedi dan konyol yang nggak akan ngebosenin.
Semua yang dituliskan di buku ini tetang diri Dika sendiri, tapi yang ditulisnya adalah hal – hal aneh, konyol dan rada sedikit bego. Bahkan, disini diungkapkan tentang saran seorang temannya, agar Dika menulis sesuatu yang serius karena dia mampu untuk itu. Bener juga sih, untuk apa nulis sesuatu tentang kebodohan diri sendiri? Namun, yang berhasil Dika lakukan disini adalah meramu semua itu menjadi sesuata yang lucu dan bisa ditertawakan rame – rame. Yang akhirnya kita bisa berkaca dari pengalaman Dika untuk bisa menjadi lebih baik.
Dari ke tiga belas bab di buku ini saya (peresensi) memilih beberapa bab yang cukup menarik untuk di review (kutip) dalam resensi ini, salah satu judulnya Pertemuan Terakhir dengan Ina Mangunkusumo.
Cerita ini berawal saat Dika bercerita tentang pertemuannya dengan seorang cewek yang pernah ditaksirnya pada masa SMA, namanya Ina. Setelah sebelumnya sukses mengajak jalan cewek ini (diceritakan di bab Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo), kebiasaan itu terus berlanjut tanpa ada kesan – kesan berarti bagi Ina. Mereka pun berpisah karena Dika harus kuliah di Adelaide. Sampai kemudian mereka bertemu kembali. Pada pertemuan mereka kemudian, Ina sudah bekerja di sebuah Event Organizer dan Dika telah menjadi penulis. Mereka melakukan pertemuan seperti dahulu.
Di kesempatan itu, Ina curhat dengan Dika tentang Anto, cowok yang selalu diceritakan Ina ke Dika pada masa SMA dulu dan Ina ternyata masih menyimpan perasaan kepada Anto. Sampai akhirnya Anto bilang ke Ina kalau dia sudah punya pacar, saat itu Ina mulai sadar akan keberadaanya.
Sebenernya di pertemuan ini Dika ingin memberi tau Ina kalau dia lagi membuat buku baru, yaitu Marmut Merah Jambu yang akan ada bab tentang perasaan cintanya tak terbalas pada Ina yang nggak pernah tau. Saat itu, Dika dibilang berada dalam keadaan bingung untuk mengambil keputusan bagaimana caranya untuk memberi tau Ina.
Akhirnya Dika mangatakannya juga pada Ina. Tapi sebelum selesai bercerita…
‘…Di salah satu bab buku ini ada cerita tentang cewek yang gak pernah bisa gue dapetin.’
Ina menaikkan alisnya, mulutnya kebuka setengah, lalu dia ketawa sekenceng – kencengnya, ‘HAHAHAHAH! Cinta tak terbalas? Serius? Lo ngapain peke nulis gituan segala sih?’
Muka Ina berubah jadi merah. Seolah – olah dia baru diceburkan ke dalam kuali. Sedangkan muka gue juga berubah jadi merah. Solah – olah gue ikutan nyebur dalam kuali, belepotan minta tolong.
“Bukan sama gue kan? Hahahahahah!” Ina ngomong ngasal.
“Eeeeeeerrr yah bukan, masa sama elo, bukan, iya lah bukan, hahahahah bukan hahahahah, gak segitunya, ge’er lo!” gue mulai meracau. Kampret……
Ina menghela napasnya. Dia berkata, ‘Lo tau gak sih. Menurut gue pemikiran yang bilang, “kita hanya bisa sempurna jika ketemu dengan soulmate kita” itu pemikiran yang jahat banget.’
‘Maksudnya?’
‘Gini lho,’ kata Ina. Sekarang dia melihat ke mata gue tajam. ‘Kenapa kita baru bisa dibilang komplit dengan kehadiran orang lain itu? Kenapa gak dengan kehadiran sebuah barang, atau…atau hobi, baru kita dibilang komplit? Kenapa harus dihubungkan dengan orang lain? Kenapa kesempurnaan hidup kita, sebagai manusia, harus ditandai bahwa kita udah bisa ketemu dengan soulmate kita?’
Bener juga sih… Bagaimana dengan para jomblo abadi, yang mungkin mati sendirian? Bagaimana dengan orang yang memilih untuk tidak pernah mencintai orang lain? Atau, ini yang paling parah: bagaimana dengan orang yang cintanya selalu bertepuk sebelah tangan?
Unrequited love (cinta tak terbalas), adalah hal yang paling bisa bikin kita ngis tanah. Untuk tau kalau cinta kita tak terbalas, rasanya seperti bahwa kita tidak pantas untuk mendapatkan orang tersebut. Rasanya, seperti diingatkan bahwa kita, memang tidak sempurna, atau setidaknya tidak cukup sempurna untuk orang tersebut.
Cerita berakhir dengan memberikan kita sesuatu momen perenungan yang intinya tentang keberadaan seseorang yang takkan bisa kita lupakan sepenuhnya. Orang yang, (mengutip Charlie Brown yang sangat suka selai kacang dari komik Peanuts) menghilangkan rasa selai kacang Dari lidah kita. Buat Dika, Ina adalah orang yang menghilangkan rasa selai kacang di lidahnya.
Yang awalnya Dika ingin membocorkan rahasia isi bukunya, pada pertemuan itu pula Dika mengurungkan niatnya sampai akhirnya buku ini terbit. Itulah hal ter-manis yang Dika lakukan.
Kemudian bab yang akan di review (kutip) dalam resensi ini yaitu bab terakhir yang menjadi favorit saya (peresensi). Di bagian bab Marmut Merah Jambu inilah kita bisa melihat sisi aslinya sang penulis Raditya Dika.
….Dia melihat gue dan bilang dengan sungguh – sungguh, ‘Kita bakalan kayak gini terus, kan?’
‘Aku pengen kita begini terus,’ kata gue, sambil mempererat genggaman gue.
Saat itu gue sadar, inilah apa yang coba gue (Dika) coba tulis di buku Marmut Merah Jambu ini: tentang bagaimana manusia pacaran, tentang manusia jatuh cinta, tentang gue jatuh cinta. Dari mulai bagaimana jatuh cinta diam – diam, sampai naksir via chatting. Dari mulai susahnya mutusin cwek, sampai ditaksir sama cewek aneh. Dari mulai kita nembak cewe, sampai akhirnya membuat janji seperti lazimnya orang pacaran lainnya, seperti: kita bakalan kayak gini terus. Janji yang terkadang gak bisa ditetapi.
Dika memulai buku ini dengan berusaha memahami apa itu cinta melalui introspeksi ke dalam pengalaman – pengalaman Dika sendiri. Dan di halaman terakhir Marmut Merah Jambu ini, Dika merasa… tetap tidak mengerti, sama seperti Dika memulai halaman pertama.
Alih – alih seperti belalang, Dika merasa seperti seekor marmut merah jambu yang terus – menerus jatuh cinta, loncat dari satu relationship (hubungan) ke relationship yang lainnya, mencoba terus berlari di dalam roda bernama cinta, seolah – olah maju, tapi tidak… karena sebenarnya jalan di tempat. Seperti marmut yang tidak tau kapan harus berhenti berlari di roda yang berputar.
Jadi, yang bisa pembaca ambil maknanya dari buku ini adalah bagaimana kita bisa berkaca dari pengalamannya Dika untuk bisa jadi lebih baik, bagaiman kita bisa menertawakan dan have fun dengan kesalahan / kekeliruan / kekurangan yang kita miliki. Bukan berarti kita tidak tau diri dan tidak punya malu. Hanya saja, ketika kita tak sengaja membuat kesalahn, kita jangan terlalu terpekur, tertegun dan merenungi nasib hingga depresi. Seharusnya, hal tersebut dapat dijadikan pengalaman untuk lebih baik, tidak perlu sembunyi akan kesalahan tersebut, bahkan kita dapat mengungkapkannya lewat sebuah cerita yang di tulis di blog yang akhirnya tak disangka bisa dijadikan novel seperti Raditya Dika. Tentu saja dengan tujuan agar kita bisa lebih baik dari waktu yang akan datang.
Hikmah lain yang bisa pembaca ambil juga adalah, tentang kekompakan dan curahan kasih sayang sebuah keluarga. Yang ternyata Dika sangat perhatian dengan adik – adiknya bahkan kucing peliharaan keluarganya dibuatkan tokoh utama di salah satu bab dimana sang kucing ‘dimanusiakan’. Disini juga diceritakan sang mama yang sangat khawatir dengan sunatan Edgar adik bungsu dika  berharap segalanya berjalan lancar (diceritakan di bab Balada Sunatan Edgar). Lalu tentang royalty buku – buku Dika yang diperuntukan adik – adiknya. Cerita tentang ayahnya yang sepertinya cuek tapi ternyata perhatian pada Dika dengan ngasih bingkisan lewat orang suruhan ayahnya di detik – detik terakhir di bandara ketika Dika mau shooting di Oz (diceritakan di bab Catatan Si Pemeran Utama dengan Muka Kayak Figuran)
Ada juga cerita tentang sebuah perjuangan dan konsistensi. Di bab yang bejudul Catatan Si Pemeran Utama dengan Muka Kayak Figuran ini, diungkapkan mengenai proses pembuatan buku kambing jantan hingga menjadi sebuah film. Awalnya Dika ditawari sebuag PH ternama yang bukan merupakan PH yang akhirnya menjadikan film kambing jantan terwujud. Sampai akhirnya, Dika bertemu dengan produser yang benar – bener mewujudkan terealisasikannya film kambing Jantan walau dalam waktu yang cukup panjang dari dibukukannya Kambing Jantan.
Buku Marmut Merah Jambu ini ditulis dengan bahasa sehari – hari Dika atau bahasa khas gaul anak Jakarta. Disini kemampuan Dika meramu kata – kata yang tak biasa dan menjadikannya humor telah jauh berkembang. Buku ini seperti ditulis dengan pertimbangan yang lama dan panjang untuk setiap kata – kata dan kalimat – kalimatnya. Dan yang paling luar biasa dari karya Dika adalah kata – kata kontemplatif yang ditulisnya disetiap bab. Dengan sukses membuat perasaan pembaca menjadi bercampur aduk, dalam buku ini Dika membedahnya cukup baik dengan menembak dengan mengena pada bagian – bagian tertentu yang bisa membuat pembaca termenung sejenak, mengingat hidup mereka, kemudian bisa jadi berakhir dengan senyuman bahagia atau senyuman yang tak bisa digambarkan dengan kata – kata, tertawa terbahak – bahak samapai teriris miris.
Dilihat dari fisiknya, buku ini lebih tebal, dan lebih berbobot. Cover depannya memiliki warna yang lebih terang dan cerah. Kertas yang digunakan juga mempunyai kualitas yang bagus. Terdapat pula pembatas buku yang pada cetakan pertama berbentuk kaos dan cetakan kedua berbentuk marmut.
Setiap buku tentu mempunyai kekurangan dan kelebihan. Tak terkecuali buku ini. Saying sekali, ada beberapa kalimat yang tidak lengkap atau hilang pada beberapa bab yang mungkin akibat kesalahan pada bagian editing. Contohnya pada bab Pertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo, ada paragraph yang tidak selesai dan sehingga membuat pembaca agak bingung dengan missing scene ini.
Jenis humor yang berbeda dari Dika ketimbang di buku sebelumnya juga mempengaruhi pembaca. Karena humor yang ada di sini bisa dikatakan lebih halus. Sulit sebenarnya mengatakan apa itu kelebihan atau kekurangan, karena itu sebenarnya masalah selera pembaca. Sebagian pembacaada yang mengatakan bahwa Marmut Merah Jambu lebih lucu, tapi ada juga yang mengatakan kurang. Tapi menurut saya (peresensi), sejauh ini buku yang di tulis Dika tetap memberikan hal yang bagus dan menarik.

Senin, 20 Juni 2011

Java Rockin'Land

Jika ini adalah mobil balap, Gudang Garam Intermusic Java Rockin'land 2011 (GGI-JRL 2011) adalah di garis start. Mesin festival telah membuat suara revving sejak Java Festival Production (JFP) menyelesaikan misinya untuk terus "Andrea Bocelli, Live in Concert" proyek terakhir 15 Mei.
Sebenarnya tune up mesin GGI-JRL 2011 telah berlangsung sejak akhir Maret 2011. Paulus Dankmeyer (Direktur Program) telah mendekati manajemen kelompok internasional yang beragam, sementara Eki Puradiredja (Program Koordinator) dan tim yang bertugas memilih grup rock Indonesia karena tampil di festival, juga telah mulai mengatur nama-nama kelompok diundang.
Presiden Direktur Java Festival Production, Dewi Gontha, menyatakan, "Meskipun kami harus mempersiapkan dan mempromosikan konser Andrea Bocelli, kami tidak menghentikan preps kami untuk GGI-JRL 2011. Kami memutuskan untuk menunda pengumuman nama-nama seniman karena tampil di festival untuk menghindari tumpang tindih kegiatan promo. "

Seni Kelompok Rock Mengundang
Selama beberapa bulan terakhir, penggemar musik rock di Indonesia telah mulai mengirimkan daftar keinginan mereka performer mereka ingin melihat tampil di Gudang Garam InterMusic Java Rockin'land 2011. JFP telah akomodatif dari daftar keinginan, meskipun memenuhinya 100% tidak akan mudah. "Penjadwalan dan harga (seniman merah) adalah tantangan utama dalam mendapatkan band pada daftar keinginan," bersama Paulus Dankmeyer. "Biaya yang datang dengan mendapatkan band rock tertentu tinggi penyelenggara Festival di pertama biasanya menawar harga yang lebih rendah.," Lanjut Paul.
"Masalahnya, harga tiket bagi pengunjung tidak boleh terpengaruh oleh biaya meroket dari band rock. Itulah mengapa kita juga mencoba untuk mempertahankan harga tiket yang terjangkau untuk GGI-JRL, sehingga batu penggemar di Indonesia masih bisa datang ke acara tersebut, "tambah Dewi Gontha. Pada saat ini, telah menerima konfirmasi JFP dari sejumlah grup rock internasional, termasuk dari Filipina. Gudang Garam Jawa Intermusic Rockin'land 2011, dijadwalkan untuk 22, 23, 24 Juli di Pantai Carnaval Ancol, karena untuk menyajikan The Cranberries (Irlandia), Tiga puluh detik ke Mars (AS), Happy Senin (Inggris) Pohon Neon, (US ), Darah Sepatu Merah (Inggris), Franco (Filipina) dan Radikal The Dirt (Australia) dan banyak lagi.
Karena ada begitu banyak band-band rock Indonesia yang ingin tampil di GGI-JRL 2011, tim program masih di tengah memilih kelompok yang akan diundang untuk tampil. Mereka berencana untuk mempertimbangkan band rock besar dan band dengan permintaan yang paling oleh penonton festival untuk tampil di festival. Sama seperti semua festival JFP itu, Eki Puradiredja juga akan menyiapkan sebuah proyek khusus yang dirancang khusus untuk GGI-JRL 2011. 

Kamis, 02 Juni 2011

LPI Ancaman Bagi Sepak Bola

 Sekretaris Jendral FIFA, Jerome Valcke, megatakan keberlangsungan LPI merupakan ancaman serius bagi prinsip dasar sepakbola. Oleh sebab itu, ia meminta PSSI segera membereskannya. “Mengaturnya atau menghentikan kegiatan LPI,” tegas Valcke, dalam salinan faks yang diterima Ketua Komisi Normalisasi (KN), Agum Gumelar yang diterima Republika.co.id.
Payung organisasi sepak bola itu itu juga mengeluarkan ancaman terhadap PSSI jika tak mampu membereskan LPI dan tak jua menggelar kongres. Bila terkena sanksi, maka PSSI akan kehilangan seluruh hak seperti yang tercantum pada article 12 Statuta FIFA.
"Artinya, tim sepakbola Indonesia (termasuk klub) tidak bisa mengikuti kualifikasi Pra Piala Dunia atau SEA Games atau ajang internasional lainnya. PSSI juga tidak lagi mendapatkan subsidi untuk program pembinaan baik dari FIFA dan AFC," jelas Valcke.
Di lain pihak, Sekretaris Umum PSSI Jambi, Hadiyandra, mengatakan Kelompok 78 sudah melakukan komunikasi kepada FIFA agar Agum tidak lagi menjadi Ketua KN. Sebab Agum sudah gagal menghasilkan pengurus baru 20 Mei lalu. “Selama kami belum menerima surat balasan, kami tetap mengganggap tugas dia sudah selesai 20 Mei lalu dan gagal menghasilkan apa pun,” ujarnya.
Kelompok 78 menegaskan tetap akan mengusung George dan Arifin. Sebab FIFA tidak menjelaskan alasan penolakan keduanya bersaing untuk memimpin PSSI. Namun, Hadiyandra mengatakan, pihaknya tidak ingin Kongres kembali berujung deadlock.
Oleh sebab itu, kata Hadiyandra, Kelompok 78 berupaya terus melakukan komunikasi dengan FIFA agar George dan Arifin dijinkan maju dalam pemilihan itu. “Kita masih punya orang di Zurich untuk mengupayakan agar keduanya bisa maju.”
Hadiyandra juga menegaskan,  tidak yakin Indonesia akan langsung menerima sanksi bila kongres ulangan gagal lagi menghasilkan keputusan apa pun. Ancaman sanksi merupakan hal yang sudah didengungkan Agum sebelum Kongres 20 Mei. “Ternyata kita tidak kena sanksi,” ujarnya.

Tugas 5 softskill Teori organisasi umum

TOU 2
1).  Jelaskan apa yang dmaksud dengan :
a)    Uang  Fiat : komoditas yang diterima sebagai uang,namun nilai nominal nya jauh lebih besar daripada nilai komoditas itu sendiri.(nilai intrinsik nya atau instrick value nya).

b)   Uang komoditas : uang yang nilainya sebesar nilai komoditas itu sendiri.
Contoh nya: pada masa lalu nilai sekeping uang perunggu adalah  lebih kecil dari nilai satu keping uang perak,tetapi satu keping uang perak nilai nya lebih kecil daripada  nilai satu keping uang emas,sebab nilai perunggu lebih murah dari perak sedang kan nilai perak lebih
murah daripada nilai emas.

c)    Uang hampir liquid : suatu aset untuk dapat digunakan sebagai  uang adalah likuiditasnya uang fiat dan uang komoditas adalah uang yang likuid sempurna,sehingga untuk dapat digunakan  tidak perlu ditukar kan atau dicair kan lebih dahulu.
2).  Jelaskan apa fungsi uang :
a)    Satuan hitung  (unit of account)
Uang dapat memberikan harga suatu komoditas berdasar kan satu ukuran  umum sehingga syarat terpenuhi nya double concidence of wants ( kehendak ganda yang selaras tidak diperlukan lagi).

b)   Alat transaksi (medium of change)
Uang dapat mempermudah dan mempercepat kegitan pertukaran dalam perekonomian modern  dan uang harus diterima/ mendapat jaminan kepercayaan.

c)    Penyimpanan nilai ( store of value)
Uang sebagai penyimpan nilai (store of value) dikaitkan dengan kemampuan uang menyimpan hasil transaksi atau pemberian yang meningkatkan daya beli sehingga semua transaksi tidak perlu di habiskan saat itu juga.


d)   Pembayaran standar dimasa datang ( standard of deffered payment )
Para pegawai umum nya setelah bekerja sebulan penuh baru mendapat gaji,pembayaran untuk masa mendatang tersebut  dimungkinkan karena uang memiliki fungsi standar pembayaran dimasa datang (standard of deferred payment).

3).  Sebutkan dan jelas kan apa motivasi orang memegang uang?
a)    Motivasi transaksi (transaction motive)
Masyarakat memegang  uang dalam rangka mempermudah kegiatan transaksi sehari- hari.
Bila pendapatan meningkat , maka kebutuhan untuk transaksi meningkat.

b)   Motivasi berjaga – jaga ( precautionary motive )
Persiapan untuk menghadapi hal –hal yang tidak diinginkan atau tak terduga , misal, sakit atau kecelakaan.

c)    Motivasi spekulasi ( mendapat keuangan)
Salah satu dari dua aset finansial yang dapat dimiliki masyarakat. Aset yang lainnya adalah obligasi  ( bord) yaitu surat utang yang disertai janji  memberi pendapatan bunga.


4).  Sebut kan lembaga keuangan non bank itu apa saja?
          a)   perusahaan asuransi
                    perlindungan finansial untuk menghadapi berbagai hal yang kurang                  menguntungkan, misalnya kecelakaan ,sakit keras,bahkan kematian.

          b)   lembaga dana pensiun
          bagi pegawai perusahaan swasta,jasa dana pensiun dapat nenberikan    ketenangan dan jaminan hari tua sehingga dapat meningkatkan        produktivitas kerja.

          c)   perusahaan investasi
                    peningkatan kemampuan untuk membeli atau memiliki berbagai jenis              atau tipe aset finansial.

          d)   perusahaan pembiayaan
                   LKKB umum nya mengumpulkan dana dari individu  atau organisasi                   dalam jumlah – jumlah kecil kemudian menyalurkanya dalam bentuk                  pinjaman  berkala besar.

          e)   pegadaian
                    memberikan bantuan keuangan dengan jaminan aset  peminjam ,yang               diserah kan pada lembaga pegadaian.

         















Selasa, 31 Mei 2011

perbankan syariah


"Perkembangan perbankan syariah dalam lima tahun terakhir sangatlah menggembirakan. Kami optimis pertumbuhan ini akan terus berlanjut seiring dengan semakin bertambahnya jumlah bank syariah. Untuk tahun 2011, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah diperkirakan akan melebihi tahun 2010, terlebih jika perbankan syariah mampu memanfaatkan momentum capital inflow. Sementara kondisi fundamental ekonomi tahun 2011 yang semakin kokoh, proses pemulihan ekonomi global yang semakin menguat, dan dukungan aturan perpajakan yang lebih kondusif akan mendorong kinerja pembiayaan perbankan syariah." Demikian dikatakan Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, saat membuka Seminar Akhir Tahun Tentang Outlook Perbankan Syariah 2011 di Koperbi Jakarta, 24 November 2010. Seminar yang mengangkat tema "Kesiapan Bank Syariah Menangkap Peluang Ekspansi 2011" ini dihadiri oleh kalangan perbankan, instansi Pemerintah, KADIN, Asosiasi Usaha, dan para akademisi.
Selama 5 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan total aset perbankan syariah mencapai 33% per tahun. Sampai dengan akhir Oktober 2010, total aset perbankan syariah telah mencapai Rp.86 triliun. Secara kelembagaan, saat ini jumlah bank syariah telah mencapai 11 BUS, 23 UUS, dan 146 BPRS dengan jaringan kantor sebanyak 1.625 kantor pada akhir September 2010. Secara geografis, sebaran jaringan kantor perbankan syariah saat ini telah menjangkau masyarakat dilebih dari 89 kabupaten/kota di 33 propinsi.
Agar dapat menangkap peluang tahun 2011 yang cukup prospektif, Halim mengatakan bahwa pengembangan jangka menengah industri perbankan syariah secara umum diarahkan pada penguasaan pasar domestik dengan kualitas pelayanan berstandar internasional.

Konsolidasi Perbankan Swasta dan Bank BUMN


Dalam dua minggu terakhir berita tentang konsolidasi perbankan ramai di media nasional. Ada berita Bank Internasional Indonesia sedang mengevaluasi kemungkinan merger dengan Bank Danamon. Selanjutnya berita manajemen Bank Niaga belum menentukan sikap tentang merger dengan Bank Lippo. Yang paling hangat adalah berita pada minggu terakhir September, bahwa Bank Mandiri siap menjadi konsolidator bank BUMN, dan berita tentang sedang dikaji apakah Bank Rakyat Indonesia atau Bank Negara Indonesia yang akan mengakuisisi Bank Tabungan Negara (BTN).
Selain berita tentang kemungkinan merger atau akuisisi di antara bank-bank besar, kita juga mendengar beberapa bulan terakhir adanya akuisisi atau merger bank-bank kecil. Ada gabungan beberapa bank kecil yang ingin melakukan merger. Ada bank kecil yang diakuisisi oleh bank besar untuk dikonversi menjadi bank syariah. Ada bank-bank kecil yang diakuisisi oleh bank asing. Misalnya, bank dari Belanda (Rabo Bank) membeli Bank Haga, bank dari China (ICBC Bank) membeli Bank Halim, bank dari Jepang membeli Bank Nusantara Parahyangan, bank dari India membeli Bank Swadesi.
Tak usah heran, berita-berita tersebut akan menjadi semakin hangat karena ada tiga hal yang diminta Bank Indonesia untuk diselesaikan perbankan sampai akhir tahun 2007.
Pertama, BI mengharuskan semua bank kecil memenuhi persyaratan modal minimum Rp 80 miliar.
Kedua, BI mengharuskan semua bank, baik kecil maupun besar, memenuhi persyaratan Bank Berkinerja Baik (termasuk syarat rasio permodalan).
Ketiga, BI mengharuskan perbankan yang terkena aturan kepemilikan tunggal untuk menyampaikan action plan (rencana aksi) pada akhir 2007.
Walaupun kepada pemerintah diberikan dispensasi tenggat penyampaian rencana aksi bank BUMN, realisasinya tetap diharapkan selesai pada akhir 2010 seperti yang berlaku bagi bank swasta nasional.
Apakah itu aturan kepemilikan tunggal atau biasa disebut single presence policy (SPP)? Peraturan ini mengharuskan pemegang saham pengendali tidak boleh memiliki lebih dari satu bank di Indonesia. Pemegang saham pengendali mempunyai tiga pilihan: pertama, melakukan penggabungan (merger) beberapa bank yang dimilikinya; kedua, melakukan divestasi kepemilikan ke bawah 25 persen sehingga hanya menjadi pemegang saham pengendali pada satu bank saja; atau ketiga, membentuk financial holding company (induk perusahaan keuangan). Menurut saya, pembentukan financial holding company tidak akan efektif karena jumlah bank tidak berkurang, sedangkan risiko sistemik stabilitas sistem keuangan akan meningkat.
Tampaknya ide awal dari peraturan SPP adalah ingin mengendalikan kepemilikan asing di perbankan Indonesia sekaligus mengurangi jumlah bank supaya efisien bagi BI mengawasi perbankan. Walaupun investor asing telah memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan keahlian perbankan Indonesia, secara politis tampaknya tidak bisa ditoleransi apabila sebuah institusi asing memiliki beberapa bank di Indonesia.
Aturan SPP sebenarnya terdapat pula di Thailand. Pandangan ini mungkin terlalu nasionalis, tetapi saya bisa pahami karena di Amerika Serikat pun, perusahaan asing dilarang memiliki saham melebihi jumlah tertentu di bank-bank besar.
Namun, berhubung Indonesia terikat perjanjian internasional dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), definisi pemegang saham pengendali akhirnya tidak hanya berlaku bagi pihak asing, tetapi juga bagi pihak Indonesia, termasuk pemerintah sebagai pemilik bank BUMN. Yang anehnya, berhubung keterikatan kepada perjanjian WTO, cabang bank asing dan bank patungan tidak terkena peraturan SPP. Akibatnya, misalnya, cabang Standard Chartered Bank di Indonesia tidak harus melakukan merger dengan Bank Permata.
Bank patungan asing juga tidak perlu merger jika mereka memiliki bank nasional di Indonesia. Contohnya Bank Mitsubishi UFJ tidak perlu merger dengan Bank Nusantara Parahyangan. Dengan demikian, akhirnya yang terkena peraturan SPP hanyalah Bank Internasional Indonesia (BII)-Bank Danamon, Bank Niaga-Bank Lippo, dan bank BUMN. Tentu saja hal ini mengurangi efektivitas aturan SPP dalam menurunkan jumlah bank di Indonesia.
Temasek, perusahaan investasi milik Pemerintah Singapura, menjadi pemegang saham pengendali di Bank Danamon dan BII. Kepemilikan Temasek di BII adalah bersama-sama dengan anggota konsorsium Sorak yang di dalamnya terdapat Kookmin Bank (Korea).
Ada dua pendapat yang berkembang di kalangan analis perbankan mengenai ide merger Bank Danamon dan BII.
Pendapat yang pertama mengatakan, berhubung kinerja keuangan BII tidak sebaik Danamon, bank hasil merger akan turun valuasi sahamnya, merugikan pemegang saham. Karena itu, akan lebih baik bagi Temasek menjual kepemilikan sahamnya di BII kepada Kookmin Bank, mungkin Kookmin bersedia membeli dengan harga tinggi.
Pendapat yang kedua mengatakan bahwa merger Bank Danamon dan BII akan membentuk satu bank dengan aset sekitar Rp 80 triliun, jumlah cabang sekitar 700, menguasai dua perusahaan pembiayaan sepeda motor terbesar di Indonesia (Adira dan WOM Finance), dan bertumbuh cepat di sektor kredit mikro melalui Danamon Simpan Pinjam.
Saya cenderung lebih setuju dengan pendapat kedua. Tentu saja syaratnya Danamon membeli BII tidak terlalu mahal, dan manajemen bank hasil merger Danamon-BII harus bisa meningkatkan kinerja aset dan operasional BII dan WOM Finance. Penting juga segera diterbitkan insentif pajak untuk terwujudnya merger perbankan.
Pertarungan BUMN
Yang bakal seru adalah pertarungan bank BUMN menjadi bank konsolidator dan siapa yang bakal mengakuisisi BTN. Proses go public BTN ditunda karena masalah krusial BTN adalah mencari dukungan dana jangka panjang untuk mengembangkan kredit kepemilikan rumah (KPR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun sekarang sudah berlomba-lomba masuk ke KPR, bank-bank nasional belum mau masuk ke KPR untuk rumah sangat sederhana. Kalau melihat segmen bisnisnya, yaitu segmen usaha kecil (kredit ritel, mikro), tampaknya lebih cocok apabila BRI mengakuisisi BTN.
Ide Bank Mandiri dan BNI sebagai bank korporasi juga pasti akan mencuat kembali. Seperti biasa kita nanti akan dengar berbagai pendapat dari anggota DPR mengenai konsolidasi Bank BUMN karena setiap bank akan mempunyai argumentasi mengenai posisi banknya.
Saran saya, sebaiknya pemerintah dan DPR mempertimbangkan dengan baik-baik, mau dibawa ke mana bank BUMN kita. Yang menjadi tujuan seharusnya tidak hanya bank tersebut eksis, tetapi bank BUMN menjadi bank yang kuat, bank yang mempunyai kinerja keuangan terbaik di Asia Tenggara, dan yang terpenting dikelola dengan hati-hati sehingga tidak merugikan para penabung dan tidak perlu direkapitalisasi lagi oleh rakyat negara ini.
Jadi, sebelum kita membahas siapa yang mengakuisisi siapa, maka pemerintah, Bank Indonesia, dan DPR harus bisa menjawab dulu pertanyaan penting, apakah negara ini bisa menjamin bank BUMN akan selalu dikelola oleh bankir-bankir yang pruden? Bagaimana menghilangkan intervensi pejabat dan intervensi politis yang negatif dalam pengelolaan Bank BUMN?
Contohnya, Bank Mandiri saat ini dikelola oleh manajemen yang cukup berhati-hati, tetapi tidak ada jaminan bahwa hal itu akan berlangsung terus apabila terjadi pergantian manajemen di kemudian hari. Kalau kita belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial itu, penggabungan bank-bank BUMN hanya akan memperbesar risiko sistemik di sistem keuangan Indonesia di kemudian hari.

Jumat, 27 Mei 2011

Inflasi Indonesia 2011

Target inflasi 5,3 persen pada 2011 dianggap sulit dicapai. Walaupun inflasi pada Februari 2011 hanya 0,13 persen yang lebih rendah daripada inflasi 0,3 persen pada Februari 2010, target 5,3 persen tetap dianggap sulit dicapai. 

Hal itu dikatakan pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono via telepon, "Target 5,3 persen mungkin, tapi peluangnya lebih rendah. Menurut saya, inflasi 2011 kira-kira 6 persen." 

Menurut Tony, sedikitnya ada empat hal yang dapat menaikkan inflasi. Pertama, harga minyak dunia yang sedang lebih dari US$100 per barel. Kedua, pembatasan BBM yang disubsidi. Ketiga, cuaca ekstrem. Keempat, distribusi barang yang kurang lancar. 

"Harga minyak dunia, semoga (Presiden Libia) Khadafi cepat turun. Jadi, harga cepat turun. Libia kan salah satu eksportir minyak. Tentang BBM subsidi, memang bisa menaikkan inflasi, tapi itu dilema. Di satu sisi, inflasi harus ditekan, tapi di sisi lain, subsidi (untuk BBM) harus dikurangi," jelas Tony. 

Tony memaparkan bahwa cuaca ekstrem juga berpengaruh karena dapat menurunkan produksi, "2010, hujan banyak. Kalau 2011 masih, itu juga mempengaruhi inflasi."